Contenuto Principale
bupati kunjungi jembatan.jpg
PDF 
Jumat, 31 Agustus 2012 12:51

Produk EM-4 Perikanan dan Tambak merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan yang menguntungkan, berguna untuk meningkatkan bakteri pengurai bahan organik, menekan pertumbuhan bakteri pathogen, menstimulasi enzim pencernaan dan meningkatkan kualitas air pada tambak. Manfaat EM-4 Perikanan dan Tambak :

  1. Meningkatkan pertahanan tubuh ikan/udang SR
  2. Meningkatkan pertumbuhan dan size ikan/udang GR
  3. Meningkatkan imunostimulan / daya tahan ikan/udang
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh ikan/udang sehingga mengurangi pengunaan Antibiotik.
  5. Efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air
  6. Memfermentasi sisa pakan, kotoran, cangkang udang di dasar tambak
  7. Meningkatkan oksigen terlarut (DO) dan air menjadi bersih sehingga tidak diperlukan penggantian air berulang-ulang.
  8. Menguraikan gas-gas amoniak, metan dan hydrogen sulfide.
  9. Mempertahankan kualitas linkungan
  10. Aman dan Ramah lingkungan.

A. Cara Membuat EM-4 Sendiri

Berikut ini cara pembuatan EM yang sudah banyak dilakukan masyarakat, dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah di dapat.

Bahan dan alat :

  1. Susu sapi murni dua liter
  2. Isi perut (lambung) kambing atau sapi secukupnya.
  3. Gula pasir 1 kg
  4. Bekatul 1 kg
  5. Nanas 1 buah
  6. Terasi ½ kg
  7. Air bersih 10 liter

Cara Membuat

  1. Haluskan buah nanas dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan gula pasir, bekatul, terasi dan air bersih di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
  2. Tambahkan susu sapi murni dan isi lambung kambing atau sapi, aduk hingga tercampur rata.
  3. Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.
B. Membuat EM4 dengan bahan Tumbuhan

Mungkin sudah ada yang tahu bahwa membuat EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan bau busuk yg kurang sedap, oleh karena itu, saya tuliskan cara membuat mikroba komposter EM-4 dengan bahan-bahan tumbuhan yang tidak terlalu berbau busuk.

Bahan-bahan

  1. Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  2. Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  3. Bekatul, secukupnya
  4. Gula merah, sedikit saja
  5. Air beras, secukupnya

Cara membuat:

  1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
  2. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
  3. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
  4. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

C. Membuat EM4 dengan mudah

Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:

Bahan:

  1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  4. Kacang panjang segar 0,25 kg
  5. Kangkung air segar 0,25 kg
  6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  7. Gula pasir 1 kg
  8. Air tuak dari nira 0,5 liter

Cara Pembuatan:

  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
  3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
  4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
  6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
  7. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

Oleh : Georgeus Deki Asadi, S.ST (Penyuluh Pertanian Kecamatan Rembang)

comments
 
Ricerca / Colonna destra
Terdapat 5 Tamu online
Anggota : 281
Konten : 70
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 62684